Tips Untuk Menamai Properti

Tips untuk menamai properti

Meski cuma terdiri dari sedikit kata, nama properti adalah perihal yang penting. Berikut adalah 7 tips untuk menamai properti Anda.

Hindari singkatan
Singkatan tidak terlalu mutlak bagi tamu. Faktanya, singkatan justru mampu menyebabkan tamu bingung dan curiga untuk memesan. Meski nama layaknya ‘Apartemen 2BR + 2BD’ mampu membedakan model kamar atau properti Anda dengan yang lain, nama yang rumit layaknya itu justru tidak muncul menarik bagi tamu.

Hindari emoji dan simbol
Untuk memastikan properti Anda kredibel, mampu dipercaya, dan profesional, Anda sebaiknya tidak mengfungsikan tanda seru dan huruf besar. Meski lucu dan menarik perhatian, emoji dan tambahan tidak mutlak lain termasuk mampu menyebabkan tamu batal memesan.

Jangan terlalu umum
Nama properti kudu menggambarkan perihal khusus dari properti Anda, layaknya lokasinya atau apa saja yang ditawarkan. Nama yang umum layaknya ‘Apartemen Bandung’ mampu cepat dilupakan atau tertukar dengan yang lain. Nama properti yang unik mampu menopang untuk muncul lebih menarik dan menonjol.

Gunakan ejaan yang benar
Menggunakan nama layaknya ‘Hotel 4U’ tidak ada artinya bagi traveler global, dan mampu menyebabkan tamu enggan memesan. Nama selanjutnya termasuk mampu keliru dieja atau keliru diingat, jadi waktu tamu melacak hotel Anda, mereka mampu saja memesan hotel lain dengan nama yang serupa mediaproperti.net .

Singkat dan unik
Untuk gagasan nama rumah liburan, nama yang singkat dan unik dapat lebih mudah diingat. Nama layaknya ‘Capital Apartment’ atau ‘Andril Cottage’ lebih mudah diingat dibanding ‘Apartemen di pusat Jakarta dengan panorama taman, balkon dan WiFi gratis’. Tempat Anda mempertunjukkan layanan properti adalah di didalam foto dan deskripsi, bukan didalam nama properti.

Tambah lokasi atau ukuran
Dengan memberi tambahan lokasi, misalnya ‘Capital Apartment Surabaya’, mampu mempermudah traveler untuk menemukan properti yang sesuai keinginan Mebel .

Berdasarkan fakta
Memberikan Info yang memahami dan objektif mampu menyebabkan properti muncul lebih menarik bagi traveler. Properti yang dipromosikan secara terlalu berlebih mampu jadi mencurigakan di mata pelanggan. Hindari pemanfaatan nama yang berbentuk subjektif layaknya ‘Apartemen Cantik di Balikpapan’ atau ‘Cottage Indah Luar Biasa’.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *